Puisi cahaya bulan (GIE)


-mengenang segala yang telah berlalupoerwa

Cahaya bulan poerwa

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih selembut dahulu ?
memintaku meminum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih..
lembah pandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan hutan yang menjadi suram

meresapi belaian angin yang menjadi dingin
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ?
ketika kudekap … kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat…
apakah kau masih akan berkata
kudengar detak jantungmu…
kita begitu berbeda dalam semua..

kecuali dalam cinta



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s