BAPAK-BAPAK

Bapak-bapak ku cinta anakmu

Jangan kau halangi aku

Bapak-bapak cobalah mengertii

Anakmu cinta padaku

 

Bapak-bapak pasti ingin yang terbaik

Jadi pemimpin anakmu

Bapak-bapak ijinkan aku berlari

Tuk meraih buah hatimu

 

Aku pria seperti dirimu

Suatu waktu butuh pendamping hidup

Yang kan tenteramkan hati selalu

Kan ku cinta anakmu selamanya

Biarlah waktu yang kan tunjukkan

 

Bapak-bapak bersiap sajalah

Tuk lepas buah hatimu

 

Duniaku lain duniamu

Aku juga tahu

Jangan coba belokkan arti cinta

Yang Tuhan telah ciptakan.( Bapak-bapak – Sheila on 7)

***

Warga kampung kami biasa memanggilnya dengan sebutan pak Joyo meskipun nama  lengkapnya cukup panjang : Nugroho Adi Samekto Joyodiningrat. Perawakan pak Joyo tinggi besar dengan garis wajah yang tampak tegas, kulitnya sawo matang. Andai berwarna hitam, kumis lebat miliknya sangat mirip dengan kumis pak Raden dalam film Si Unyil. Rambutnya tidak cepak namun tetap rapi. Diusia yang menginjak 58 tahun rambutnya terbilang lebih putih bila dibandingkan dengan orang yang sebayanya. Menurutnya karena tak cocok dengan minyak rambut yang dia gunakan semasa muda.

Rumah pak Joyo cukup mewah tapi bukan dalam arti sebenarnya karena  letak rumah terebut memang benar-benar mepet  sawah. Ia memilih membeli sebidang tanah di dekat lokasi persawahan dan karena cukup murah dan agak jauh dari rumah warga pada umumnya. Berbentuk rumah adat provinsi Jawa Tenggah dengan joglo besar dibagian depan. Bentuk joglonya berdenah bujur sangkar, dengan empat pokok tiang di tengah yang oleh warga kampung kami biasa disebut saka guru, dan digunakan juga belandar bersusun yang dinamai tumpangsari. Namun dari kesemuanya itu tentu saja ada bagian rumah yang menjadi favorit pak Joyo : beranda. Tentu saja bukanya tanpa alasan pak Joyo menjadikan beranda rumahnya sebagai tempat favorit, semua karena hampir sebagian besar waktunya dihabiskan disana.

Read the rest of this entry »

Advertisements

MESKI DIAM SELEMBAR FOTO MAMPU CERITAKAN KISAH YANG PANJANG

LOKASI : TAMAN EKPRESI – JL.GENTENG KALI SURABAYA
ALAT : SONY ERICSSON XPERIA X10 MINI PRO


Jadwal Imsakiyah Sepanjang Masa (Posting Ulang)

Seluruh umat Islam kini menyerukan ‘Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan”, selamat datang Ramadhan, Selamat datang Ramadhan. Bulan ramadhan sudah hampir tiba, tinggal menghitung hari lagi kita akan melaksanakan kewajiban sebagai muslim untuk melaksanakan rukun Islam yang ketiga ini.

Bagi teman teman alumni sastra yang membutuhkan jadwal Imsyakiyah 1433 H

bisa download di 4shared saya DI SINI

Jadwal Imsakiyah Sepanjang Masa ini merupakan oleh – oleh saya dari ‘blog walking’ tahun lalu. Berformat excel dan sangat praktis, kita tinggal setting tahun Hijriah dan kota  maka akan didapat jadwal yang diinginkan.

Berikut tampilannya:

UPDATE : TERNYATA JADWAL INI BISA JUGA DI GUNAKAN UNTUK KOTA KOTA LUAR INDONESIA 

Terima kasih kepada sahabat saya Rony Santoso, berkat dia saja coba-coba masukan kota luar Indonesia


Membuat Label CD/DVD Menggunakan Microsoft Word

LABEL CD POERWAKemarin saya melihat seorang teman yang selesai ‘burning’ CD  kemudian mengambil spidol permanen dan menuliskan judul pada CD tersebut (plaak….heran deh  hari gini kok masih pakai cara cara kuno memberi nama pada CD/DVD).

Agar pembaca setia POERWA’S NOTE menjadi orang yang keren , gunakan cara keren. Berikut saya akan membagi pengalmana keren saya  : Cara Membuat Label CD Menggunakan Microsoft Word.

Sebelumnya siapkan bahan-bahan yang akan dimasak eh dibutuhkan:

  1. Microsoft Word (saya kebetulan menggunakan yang versi 2007, bagi anda yang mengunakan versi 2003 mungkin agak lain)
  2. Label CD (bisa dibeli di toko aksesoris computer atau took buku)
  3. CD yang akan di beri label
  4. Koneksi internet (saya asumsikan anda sudah memilikinya karena anda telah sampai pada blog POERWA’S NOTE yang keren ini ) :)) Narsis dikit

Read the rest of this entry »


ATM dan RS

ATM dan  RS

Tuan pemilik ATM akhirnya kami paham
Hakekat mesin-mesin kau tanam
Di tempat pilihan, berjajar beraneka ragam
Di rumah sakit harapan kami sangat dalam

Perihal kesembuhan saudara kami tuan
Kami masyarakat papa tak bisa sakit tuan
Kecuali yang tak tertangguhkan

Di rumah sakit perasaan kami semakin tegang
Kecemasan datang bergelombang
Bilakah nyawa merenggang

Dalam bincang kami dengan tuhan
Sampaikan doa dan harapan
Semoga kelak kau bukan perlambang
Tentang biaya yang menjulang


PARADE CEMAS

Dini hari itu gerimis turun perlahan, Aku lihat sebuah mobil tua https://menantihujan.wordpress.commemasuki halaman rumah sakit. Dalam gerak yang ringkas, dari pintu belakang mobil seorang lelaki turun. Seorang perempuan muda, berumur sekitar 20 tahunan, muncul dengan muka penuh keringat. Ia sempat terhuyung sebelum dua orang petugas rumah sakit dengan sigap membopong dan menaikkannya ke ranjang beroda yang sudah disiapkan. Dengan bergegas petugas membawanya masuk menuju Instalasi Gawat  Darurat (IGD) .

Rupanya mereka sepasang suami istri yang akan segera memiliki seorang anak karena sang istri tampak akan segera melahirkan. Hari ini merupakan kali ketiga pasangan tersebut datang kerumah sakit, karena pada beberapa kesempatan  sebelumnya mereka disarankan untuk pulang karena menurut dokter proses persalinan masih lama. Maklum sebagai pasangan muda, Jati dan istrinya, kurang begitu paham akan pertanda melahirkan, sementara usia kandungan istrinya sudah menginjak 9 bulan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga diputuskan bahwa sang istri harus menjalani rawat inap karena prediksi dokter tidak lama lagi ia akan segera melahirkan. Perasaan lega bercampur cemas bisa terlihat di wajah Jati, lega karena ia tidak perlu bolak-balik pulang dari tempat tinggalnya ke rumah sakit, namun tetap cemas karena masih harus menunggu proses persalinan sang istri.

Read the rest of this entry »


Cerpen yang layak dibagi dengan teman teman yang lain

Kumpulan Cerpen Kompas

Setiap kali akan sembahyang, sebelum sempat menggelar sajadah untuk sembahyang, Karmain selalu ditarik oleh kekuatan luar biasa besar untuk mendekati jendela, membuka sedikit kordennya, dan mengintip ke bawah, ke jalan besar, dari apartemennya di lantai sembilan, untuk menyaksikan laki-laki pemanggul goni menembakkan matanya ke arah matanya.

Tidak tergantung apakah fajar, tengah hari, sore, senja, malam, ataupun selepas tengah malam, mata laki-laki pemanggul goni selalu menyala-nyala bagaikan mata kucing di malam hari, dan selalu memancarkan hasrat besar untuk menghancurkan.

View original post 1,838 more words